Cash award keduaku 14jt lho!!!!

Saat yang lain memilih untuk berhenti tapi aku memilih untuk terus maju dan terus bertahan dalam segala keadaan.

1625713_672567606115571_137771293_nPernahkah kalian merasakan bahwa hidup itu tidak adil?
Saya pernah kog merasakan hal itu, dimana saya ingin seperti anak kecil lainnya. Yang kalau pulang sekolah itu bisa bermain, atau ikutan les dan bermain dengan sepeda mereka.
Namun inginku itu harus aku kubur dalam-dalam, karena saya bukan dari kelaurga kaya.
Yang saya tau saat itu ayah saya hanya pegawai swasta yang sewaktu-waktu bisa saja di PHK.
Dan Ibu saya adalah seorang Ibu yang berjualan di Kantin sekolah SD.
Jadi, saya hanya bisa ikut aturan di rumah jika ingin bisa terus sekolah.
Sepulang sekolah kita makan siang, sebahis itu saya, kakak, abang dan ibu harus ke ladang mencari kayu bakar untuk dipakai memasak, karena pada masa itu kami tidak punya uang untuk beli kompor dan kompor gas.
Sepulang dari situ ada jadwal mencuci piring, nyapu, ngepel dan memasak. Dan kita harus terbiasa untuk menimba air (butuh tenaga ekstra) karena kita enggak punya bor air atau jaman dulu di kampung kami masih booming namanya ‘Sanyo’. Jika pekerjaan rumah semua kelar kami boleh pergi nonton ke rumah tetangga, karena kami enggak punya TV. Dan pulang harus jam 6 sore karena harus makan dan mengerjakan peer dan bantu mamak nyiapin bahan untuk dimasak pagi hari (masak mie gomak, bubur dan jenis kue-kuean)..

Harusnya saya bisa dong bilang kalau hidup itu ga adil, boleh kog.
Tapi, ternyata itu hanya perasaan saya saja kog.
Justru dengan hidup seperti inilah menjadikan saya tahu arti bersyukur, menjadi kuat dan semangatku dihidupkan oleh bayangan wajah ayah dan ibuku.
Aku tahu banget, ayah dan ibu tidak menghukum atau menyiksa kami. Namun, beliau mengajarkan kami satu hal yang patut saya dan kakak saya banggakan. Yaitu menghargai hidup dan bekerja keras. Agar kelak kami tidak merasakan sakit yang dirasakan ayah dan ibu, dan agar kelak kami tidak mewariskan garis kemiskinan dan kemalasan untuk anak-anak kami.

Puji Tuhan, saya bisa menginjakkan kaki di Jakarta 2009 yang hanya diberangkatkan dari bandara polonia dengan modal duit sejuta, tidak punya saudara di jakarta dan saya anak cewek paling kecil. Karena yang saya tau ayah dan ibu menaruh harapan besar pada saya anaknya yang kuliah lulusan IT dengan modal D3.
Namun saya mungkin bukan anak yang menjadi kebanggan ayah dan ibu, karena setelah 4 tahun bekerja saya malah memilih untuk meninggalkan pekerjaan yang membanggakan ayah dan ibu di kampung.
Justru anak kesayangannya ini, saya memilih jadi seorang pebisnis dengan modal nekat.

Anak kesayangannya ini, ingin membuktikan bahwa dengan bisnis yang dikerjakan bisa membawa kebanggaan buat ayah dan ibunya.
Ya, itulah keinginan saya sianak kesayangannya ini.

Saat memutuskan menjalankan bisnis ini, saya disangsikan oleh ayah dan ibu, dan sampai diminta pulang saja kalau sudah tidak bekerja.
Benar saja kesangsian ayah dan ibu saat itu, karena jujur saya lebih sering ditolak pada saat menjalankan bisnis ini, diledekin, dijadikan bahan sindiran, ditertawakan bahkan dibilang bodoh.
Naik turun level, dibalap sama downline, ditinggalin downline, dan yang paling sedih adalah bonusnya masih suka turun naik. :(

Tapi puji Tuhan, saya kini bisa menepis kesangsian itu karena saya sudah mengantongi 10-13jt bersih setiap bulannya dan sudah dipotong pajak itu. Sudah ngalahin kerja kantoran belum?

Untuk kesekian kalinya saya harus meneteskan air mata lagi, bukan karena sedih namun karena saya mendapatkan cash award kedua saya dengan nilai 14juta yang akan saya persembahkan untuk ayah dan ibu.
Dengan ini juga saya resmi mendapatkan satu tiket untuk Gold Cruise yang artinya saya akan jalan-jalan gratis ke dunia belahan lain yaitu Brazil, Italy dan Spanyol. (satu persatu mimpiku mulai terwujud karena Oriflame).

1898191_672609876111344_1789279803_n

Diluar sana, 14 juta adalah hal yang biasa dan mungkin mereka dengan mudah mendapatkannya, dan Jalan-jalan ke LN adalah hal yang mungkin dengan uang mereka sendiri.
Tapi bagi saya 14 juta itu bagai berkat yang tiada ternilai harganya, karena usaha saya dan perjuangan saya dengan banyak downline-downline saya, dan dukungan hebat dari upline dan juga support systemnya dbcnetwork menghantarkanku pada tangga sukses itu..

Saya bukan orang hebat pun orang pintar, namun saya dari kecil diajarkan untuk belajar dan bersyukur dengan setiap keadaan saya dan mengerjakan setiap pekerjaan dengan hati dan tak perlu ada rasa malu dan minder.
Kesangsian orang tua saya sudah bisa aku tepis karena, 14juta itu adalah hadiah buat ayah dan ibu jalan-jalan ke bali.

Terimakasih untuk semua yang mendukung dan yang belum mendukung, terimakasih untuk semua yang pernah menolak saya dan yang pernah menertawakan saya, terimakasih untuk yang pernah menganggap saya penipu hanya karena 49.900 kini saya bisa sukses seperti ini bukan karena hebat saya tapi karena kalian adalah pembangkit semangatku.

Terimakasih untuk Upline hebatku ka Novita Sihombing dan mba Metrisca Adriana, terimakasih buat downline hebatku Whindy Sulastri Pane, Ka Yana Gaol, sis Yulia, Fanny, Grace, Rika dan yang tak bisa aku sebutkan satu persatu. Kalian adalah bagian dari suksesku ini, kalian memang team yang luar biasa hebat.

Sukses itu bisa datang kesiapa saja yang mau menjemput impiannya bukan mereka yang selalu mengeluh akan hidupnya sehingga menjadikan hidupnya alasan untuk tidak mengerjakan sesuatu dan menjadikan itu senjata menjadi malas.
Saya yang biasa-biasa ini bisa harusnya kalian yang luar biasa hebatnya dari saya pun bisa kog.
Uang bukan segalanya, tapi dengan uang anda bisa membahagiakan orang yang anda kasihi dan menjadi saluran berkat.

Semoga semua downline dijaringanku jangan berhenti sampai disini yah, kejar terus mimpimu dan kerjakan.
Jangan hanya jadi tim hore-hore, penonton setia, pembaca setia dan likers setia.Tapi jadilah sang pejuang mimpi dan anda adalah pemenang.

See you at the TOP guyss..

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *